Minggu, 11 Desember 2011

single?? why Not......

(single itu... galau tapi hepi......)

Kemarin aku diomelin seseorang. Yah, aku memang sering dapat omelan dari banyak orang untuk kasus yang sama... yaitu STATUS. Apa perlu aku perjelas lagi? Statusku dari beberapa tahun yang lalu tetap sama. Yaps, I’m single. Tunggu, aku memang single dalam artian belum punya pasangan. Tapi ini berbeda dengan jomblo. Ada yang bilang kalau single itu prinsip, dan jomblo itu nasib.
You got it right?? Aku tidak peduli melihat temanku sudah berpacaran 7 kali, ataupun yang sudah menikah. Karena temanku yang berpacaran 7 kali itu, sudah 10 kali datang padaku... nangis-nangis sampai kasurku basah, tissueku abis, dan pulsaku tekor. Kenapa +3? Karena selama menjalin hubungan dia lebih banyak galaunya daripada senengnya. Susah sih ngurusin teman yang lagi patah hati, tapi itulah tugas kita yang sesungguhnya. Mendamaikan hati teman yang gundah gulana. Jadi sekalipun bantal guling kita basah penuh ingus, gunakan saja kata ‘maklum’. Jika salah satu teman kita sedang galau sampai nangis guling-gulingan, yang bisa kita lakukan adalah diam, ngeliatin, melukin, ngelus-elus rambutnya, nenangin dia, dan yang paling pokok adalah ikutan nangis.itu adalah skenario cewek kalau lagi saling curhat tentang kegalauan mereka. Meskipun kita nggak tahu masalahnya apa, rasanya kayak gimana... kita pasti jadi ikutan nangis. Dijamin. Because.... Life’s full of drama. Dan temanku yang pada udah menikah? waktu aku datang di acara pernikahannya dulu, temanku itu terlihat begitu bahagia... pipinya berisi dan bersemu kemerahan, senyumnya menebar kemana-mana bak dedaunan di musim gugur. Setelah beberapa bulan menikah, giliran perutnya yang berisi dan pipinya tirus bersemu kebiruan, kemana-mana menggendong seorang bocah unyu-unyu. Tetapi, dibalik kecuekanku dalam melihat mereka...aku sungguh salut pada mereka. Aku salut, setidaknya mereka memiliki pasangan, dan tidak sendirian juga menyandang status jomblo ataupun single layaknya diriku. Big applause to You guys....

Walaupun begitu sebenarnya ada sesuatu yang membuatku gundah, hingga aku tidak tidur dua malam lebih 3 jam 4 menit 5 detik. Iya, sebuah pertanyaan itu terus menghantuiku bahkan disaat aku sudah merem. Entah kenapa, mataku jadi sulit sekali terpejam, hatiku cenat-cenut tak menentu dan aku jadi semakin gerah. Entah kenapa, pikiranku selalu tertuju pada hal itu, mataku selalu melihat hal yang sama, dan think of this makes me pusing tujuh keliling. Entah kenapa juga, di kalimat-kalimatku ini banyak terselip lirik lagunya Smash. Maafkan. Pertanyaan setan yang terus menghantui kemanapun pikiranku terbang adalah kalimat menyebalkan ini “Apa itu CINTA? Darimana Cinta itu berasal? Kemanakah muaranya? Ada apa dengan CINTA?” Aku heran, mengapa?? banyak orang berbondong-bondong mengejar cinta jika ujung-ujungnya berbondong-bondong pula putus cinta. Banyak pasangan yang beramai-ramai getting married lalu ujung-ujungnya beramai-ramai pula ke pengadilan,ngurus perceraian. Ada apa sebenarnya ini? Ada apa dengan sistem perjalinan cinta di Indonesia? Jujur, aku telah melihat beberapa fenomena cinta. Dan itu membuatku semakin tidak mengerti, bingung membedakan antara cinta dan dusta, bingung menyisihkan antara persamaan dan perbedaan, dan yang terlebih adalah semakin bingung menjawab pertanyaan setan itu!!! Harrgggh,
Fenomena yang sampai sekarang masih membuatku terbayang-bayang adalah berita tentang Krisdayanti. Waktu dulu aku masih polos dan gandrung abis sama gosip, setiap melototin tivi yang aku pantengin hanya infotainment seleb-seleb. Aku inget banget dulu waktu mereka masuk dunia gosip pertama kali,kisah jalinan asmara mereka sungguh mengharukan. Aku inget banget dulu aku nangis-nangis nonton kisah cinta mereka sebelum akhirnya bisa menikah. Karena waktu aku nonton gosip itu,jempol kakiku baru saja kejatuhan batu bata. T.T Sakiiiitttt. Nah,kemudian sewaktu Mama laurent yang notabene adalah peramal kelas kakap masih hidup. Ibarat penjahat kelas kakap,yang namanya mama laurent ini juga sangat dikenal dan ditakuti ramalannya. Semasa hidupnya, beliau pernah meramalkan bahwa pasangan Anang-Krisdayanti akan bercerai. Mendengar ramalan mama laurent ini, dengan lantang dan gagah berani Krisdayanti yang waktu itu belum pernah manggung di Timor Leste langsung menepisnya dengan mengatakan rangkaian kalimat yang intinya mereka tidak akan berpisah. Tapi setelah mama laurent meninggal, perlahan ramalannya merangkak menjadi nyata. KD di undang nyanyi di Timor Leste, ketemu Raul Lemos, mengalami pubertas kedua, jatuh cinta lagi, bercerai dengan Anang, lalu menikah dengan Om Raul. Aku shock, aku speechless....aku bertanya... kemana perginya cinta yang dulu getol diperjuangkan? Kemana perginya cinta yang dulu indah bersemi bagaikan taman kota saat musim lebah? Kemana perginya cinta?Ke pasarkah ia? Untuk diperjualbelikan... atau cinta pergi ke airport? Nyusulin Rangga...?  tapi.... Aku bersyukur, dengan melihat fenomena ini aku jadi percaya, bahwa benar apa yang dikatakan guru biologiku. Manusia dapat mengalami 2 kali masa pubertas. Dan semenjak itu juga, aku akhirnya mengurangi dosis nonton acara gosip. Aku takut, serem rasanya jika suatu saat akan muncul fenomena yang seperti ini. Berat rasanya.... menjadi saksi bisu suatu fenomena mengerikan. TIDAK. MATIKAN SAJA TIVINYA!!! Dan yang lebih membuatku sangat heran adalah.... KENAPA AKU JADI SEPERTI FENNI ROSE BEGINI?? Kenapa malah nggosip nggak jelas begini??aku sebenernya mau nulis apa sih?? Haaaaarggghh.... Krisdayantiiiii...kembalikan ingatanku.....
Apa dengan ini, aku akhirnya dapat menjawab pertanyaan setan itu? Tidak. Semakin di jawab akan semakin menyebalkan jawabannya. Jadi, aku tetap saja menempatkan posisiku sebagai pencari tahu *red-jawaban-. Bukan tahu putih atau kuning. L
Bicara masalah Cinta dan pasangan tidak akan ada habisnya. Pernyataan pertama Setiap makhluk hidup, tentu butuh pasangan. Jangankan yang hidup, benda matipunpun membutuhkan pasangan. Ambil saja sandal, kalo misalnya ada sandal yang tak berpasangan. Apakah kita mau membelinya? Apakah kita mau memakainya? Tidak!!! tanpa pasangannya... seonggok sandalpun akan useless...tak berguna. Seandainya sandal bisa berbicara, dia akan protes berteriak-teriak dan menggigiti jempol kita jika kita memakainya bukan dengan pasangannya. Aku punya teman, dia doyan banget memakai sandal jepit selang-seling (kanan ijo kiri merah) baru dipakai 2 jam yang ijo putus, lalu dia memakai yang warna kuning, baru dipakai 1 jam giliran yang merah putus. Dan kejadian ini mengingatkanku bahwa sandal juga bisa protes. BUKAN. Bukan karena sandal ini dipakai tidak dengan pasangannya. Tapi karena sandal ini memang sudah soak. Temanku itu doyan banget memakai sandal bekas neneknya. Pernyataan selanjutnya adalah ‘TIDAK SEMUA PASANGAN BUTUH CINTA’. Telinga dan mata, tidak butuh cinta untuk selalu berdampingan dengan pasangannya. Tangan tidak perlu selalu saling menggenggam untuk selalu kompak. Paru-paru mengapa tidak disebut saja dengan paru? Karena paru-paru juga sepasang makanya perlu diulang. Mereka memang tercipta dan ditakdirkan untuk bersama, saling melengkapi dan berbagi. Tetapi, hati manusia cuma ada satu. Tanpa pasangan dan kawan untuk berbagi, hati mengemban begitu banyak fungsi. Sepasang paru-paru memiliki satu fungsi, yaitu sebagai terminal udara yang telah kita hirup. Sedangkan hati?
o    Harus terus menerus memompa darah untuk mendukung proses sirkulasi darah, membersihkan darah dan menetralisir racun yang mungkin masuk kedalam tubuh dan berasimilasi dengan darah.
o    Belum lagi kalau manusia sedang jatuh cinta, pasti bilang gini ”HATIku berkata bahwa kamu adalah permata yang diciptakan Tuhan untuk menyilaukan HATIku”. Hebat sekali HATI ini, bisa berbicara juga.
o    Ada momen dimana manusia ingin menguatkan cintanya, lalu bilang gini “kamu nggak percaya? Belah saja dadaku ini dan lihatlah, diHATIku hanya terpahat namamu”. Hebat sekali HATI ini, bisa dipahat-pahatin juga. Seperti batu jaman purba.
o    Kemudian kalau manusia terlanda sindrom putus cinta, dan curhat begini ”HATIku sudah hancur. kamu sudah menghancurkan HATIku menjadi berkeping-keping. kamu jahaaaat...”. Hebat sekali HATI ini, sudah hancur berkeping-keping masih saja bisa membuat manusia tetap hidup.
o    Segala hal di dunia ini banyak yang tidak adil. Dimana mata tidak bisa melihat dan tangan tidak bisa menyentuh keadilan itu. Oleh karena itu dengan bijaksana Hati akan melihat dan menyentuhnya. Tuh kan? HATI lagi yang bergerak.
o    Jadi, stop mempropaganda hati. Kasian hati.... nanti kalau sampai Hati kecapek’an trus dia mogok kerja –memompa darah-, bagaimana?? siapa yang mau mengemban tugasnya?? Paru-paru nggak mungkin, usus juga nggak mungkin, lambung pasti akan menolak mentah2. Hadehh..... kasian sekali kamu Hati.
Tolong... jangan salah paham. Ini bukan jawaban untuk pertanyaan “apa fungsi hati?” dari guru Biologi kalian.
Intinya... aku masih bingung soal cinta. Apakah benar kata orang? Cinta itu indah. Merasakan cinta sama rasanya seperti membelah angkasa, terbang bersama hiu akrobatis dan meluncur menuju rasi bintang paliiing manis. Apakah benar juga kata Om poconggg? Cinta itu kayak kentut. Dapat dirasakan tapi tidak nampak wujudnya, dikeluarin malu nggak dikeluarin malah sakit. Dan menurutku Cinta itu.... seperti bola bekel. Bulat,kita tidak tahu dimana letak poros yang sesungguhnya. Mental kesana mental kesini, tergantung kemana dan seberapa tajam kita memantulkannya, membingungkan. Jika kita terkena pentalannya, lumayan sakit juga. Cinta itu seperti bola bekel. Nakal, nggak akan pernah mau diem. Sekali kita memantulkan dia akan terus mental-mental sampai lelah. Jika ingin bola bekel tetap terpental dengan stabil, dibutuhkan keahlian dan kesabaran. Jika bola bekel hanya digenggam dan tidak pernah dipentlakan, maka kita tidak akan pernah mengetahui seberapa tinggi dan indah pentalannya. Walaupun begitu, aku masih ragu... dapatkan aku memainkan bola bekel? Yang jika aku pantulkan,bola itu tidak malah terpental jauh dan hilang. Yang jika aku pentalkan,bola itu tidak malah terpental keras yang menyakiti orang lain atau bahakan aku sendiri. Yang jika aku pentalkan,bola itu akan tetap stabil. Dan sampai sini, aku malah semakin bingung. Pertanyaan setan itu juga terasa malah semakin rumit. Menerorku sepanjang siang dan malam, seperti anak dan bapak yang merengek-rengek sampai ngglesot-ngglesot demi dikasih biskuit roma kelapa oleh sang Ibu. Membuatku semakin gerah saja dan membuat otakku semakin beku saja memikirkannya. Huft...
Well... kembali pada masalah status. Kawan... seberapa pentingkah status untuk selalu diributkan? Aku tahu kalian sayang dan peduli padaku dan juga jutaan singlewan dan singlewati di dunia ini. Tapi jangan jadikan ini sebagai masalah besar yang harus segera dituntaskan. Biarkan waktu terus berputar, dan menjawab segalanya. Ini hanya masalah waktu, kesempatan, ketepatan dan keyakinan. Jika waktunya sudah tepat, para single ini akan menemukan pasangannya. Jika kesempatannya tiba, para single ini akan mendapatkan cinta mereka. Jika bertemu dengan pasangan yang tepat, para single ini akan bersama pasangannya. Dan jika para single ini sudah tidak galau dan tidak bingung lagi tentang cinta, para single ini akan yakin dengan pasangannya. MENUNGGU MEMANG MELELAHKAN, TAPI MENUNGGU BUKANLAH HAL YANG SIA-SIA.
Hohohohohoo.....   *lest sing 2gether SINGLE HAPPY by Oppie Andaresta* :D

1 komentar:

Anonim mengatakan...

cumi nyebah'i lah...... masa Q ga di wenehi ngerti trik memotong artikel....:((