Senin, 03 November 2014

SHOEBOX

the untold story of shoes.
Aku ingat, saat aku masih kecil, setiap pergantian tahun ajaran baru, aku selalu merengek pada ibuku untuk dibelikan sepatu baru. Menggunakan sepatu baru dihari pertama masuk kelas baru seperti sebuah keharusan bagi anak-anak kecil seusia kami waktu itu, tidak peduli sepatu lama kami masih pantas dan bisa dipakai atau tidak, kami hanya butuh yang baru. Semakin aku dewasa, akupun sadar bahwa hal-hal seperti itu sangatlah konyol.
Aku memiliki sepatu kesayangan, tidak peduli orang lain memandangnya seperti apa, aku selalu merasa cocok mengenakannya dengan baju apapun. Ada rasa percaya diri yang begitu kuat ketika aku memakainya. Meski pada saat sepatu itu masih baru, rasanya kurang begitu nyaman dan tidak pas di kaki, aku sempat ingin membuangnya karena sepatu itu membuat tumit dan ujung kakiku terluka lecet. Tetapi aku sangat menyukai sepatu itu, hingga aku memilih melindungi setiap sudut kakiku dengan plester agar tidak lecet dan aku tetap bisa menggunakan sepatu itu dengan nyaman hingga akhirnya sepatu itu menjadi sangat nyaman dipakai tanpa aku harus menggunakan plester. Hingga suatu hari, aku menemukan ada sedikit kerusakan pada sepatu kesayanganku itu dan aku mengabaikannya dengan pikiran ‘ah rusak kecil seperti itu hanya biasa, orang tidak akan melihat’, aku tetap memakainya hingga sepatu itu benar-benar rusak dan menyebabkan kakiku juga terluka. Aku memaksa tetap memakai sepatu itu (meski aku tahu benda itu sudah lelah) karena pikiran tanpa sepatu itu, aku tidak memiliki rasa percaya diri. Benda yang melindungi kakiku dari kasarnya tanah, panasnya aspal dan tajamnya kerikil itu sangat berharga bagiku. Tanpa disadari aku dan sepatu memiliki hubungan yang rumit dan pada akhirnya saling menyakiti, Aku lupa bahwa jika sepatu itu rusak, maka kakiku juga akan terluka. ah… tidak, bukan sepatu…pada dasarnya aku sendiri yang menyakiti kakiku dan membuat sepatuku yang bagus rusak.
Memang setiap sepatu yang dibuat, ditakdirkan untuk rusak. Tetapi sepatu-sepatu itu juga ditakdirkan untuk dimiliki dan dirawat. Aku hanya pandai memakainya tetapi tidak merawatnya. Sekarang, saat sepatu itu telah rusak, dijahit kembalipun tidak akan bisa, kalaupun bisa, tidak akan bisa kembali dipakai. Mungkin sepatu itu memang tidak seharusnya aku miliki sejak awal. Mungkin, ini adalah saat untuk kembali memperhatikan sekelilingku, rak sepatu yang tidak kosong. Bukan untuk menemukan pengganti sepatu itu (karena sepatu seperti itu hanya ada satu, kalaupun banyak, yang memiliki arti dalam bagiku hanyalah sepatu itu) tetapi karena aku membutuhkannya. Sepatu-sepatu itu berjajar rapi, aku hanya perlu memilih dan memakainya. Tetapi aku takut sepatu yang bagus-bagus itu akan tergores di kakiku. Ah, aku hanya perlu merawatnya, berjalan dengan baik dan tidak menyiksa sepatu-sepatu itu dikakiku.

“Maybe, Its time to take off our old shoes, footprints and the beaten paths we leave here in shoe boxes.”

Kamis, 30 Oktober 2014

JOYEUX ANNIVERSAIRE RACHMI




*Happy birthday to you~ happy birthday to you~ happy birthday happy birthday happy birth~day~~ to you~~~*♫ ♫ ♫ ♫
Rachmi….selamat ulang tahun yang ke-23!!!!

Semoga Tuhan selalu memberkati semua doa, harapan dan cita-cita kamu. Semua impian segera tercapai dan menjadi apa yang kamu inginkan selama ini J Sehat dan bahagia selalu….. \^^/

(((I know, I’m late to wish you a happy birthday, 3 days has passed. I don’t forget that the 28th October is your special day. I can’t even say sorry because in any excuse, being late is not right. Its proving that I’m a bad person)))

Even its very late already…. Happy Birthday Rachmi!!! You deserve all the best things in this world. Your birthday is the first day of another 365-day journey. Enjoy the trip… Be the shining thread in the beautiful tapestry of the cosmos to make this year be your best ever. May your lucky stars continue to shine and make all your dreams come true. Amen. HAPPY BIRTHDAY^^

Senin, 06 Oktober 2014

throw back

Whoooaaaa... its been long time, really long time. I was thinking of make a blog then I remembered that we have this one... <3 a="" actually="" all.="" all="" and="" anyway...="" as="" be="" better="" blog="" bothered="" busy="" but="" by="" check="" days="" div="" good="" i="" in="" its="" just...="" leona="" lewis="" ll="" lol="" m="" many="" mood="" nah="" no="" not="" of="" often="" okay...="" okay="" on="" passes="" playing="" re="" really="" so="" something="" the="" these="" things="" think="" this="" though...="" time="" to="" uhm...="" used="" we="" well="" writing="">